Di Indonesia, bulan Maret dan April adalah bulan kekhawatiran bagi banyak orang antara lain peserta didik (calon peserta ujian nasional), orang tua, dan guru. Untuk tahun pelajaran 2010/2011, bulan kekhawatiran itu jatuh pada bulan Maret , Tidaklah mengherankan kalau mereka khawatir karena tiga hari itulah yang menentukan berhasil tidaknya usaha dan kerja keras (anak / siswa) mereka selama tiga tahun. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah dinaikkannya batas lulus UN dari rata-rata 5,00 menjadi 5,50.
Untuk mengurangi rasa kekhawatiran terutama bagi calon peserta ujian nasional, berikut ini adalah beberapa kiat untuk menyiasati ujian nasional. Kiat-kiat tersebut mencakup persiapan sebelum ujian dan strategi mengerjakan soal-soal .Kiat-kiat tersebuat adalah :
1. Belajar dengan teratur
Gaya / cara belajar peserta didik berbeda-beda. Ada yang suka belajar di tempat yang sepi ketika orang lain sudah tidur di malam hari (sesudah pukul 12 malam), ada yang belajar sambil mendengar lagu, dan lain-lain. Anda tentu sudah mengetahui kapan, di mana, dan bagaimana cara belajar yang paling baik bagi Anda.
Setelah mengenali gaya/cara belajar yang tepat buat Anda, lakukanlah dengan teratur. Kalau Anda tidak disiplin, maka Anda tidak akan mampu membangun kebiasaan belajar yang baik. Waktu belajar jangan diisi dengan kegiatan lain seperti menonton Televisi, berolah raga, atau kegiatan lainnya. Tetapi ini tidak berarti bahwa Anda tidak boleh menonton televisi dan berolah raga. Kata kuncinya adalah disiplin, dan penegakan disiplin ini memerlukan peran orang tua.
2. Belajar dengan cara menyicil
Belajar dengan cara menyicil adalah belajar sebentar (tidak lebih dari 30 menit), dengan frekuensi lebih banyak. Belajar enam kali 20 menit lebih baik dari pada belajar satu kali 120 menit. Tentu saja ada orang yang bisa belajar berjam-jam tanpa merasa bosan, tetapi tidak banyak. Jika Anda termasuk salah satunya, maka Anda sebaiknya tidak mengikuti tip nomor 2.
3. Istirahatlah pada hari H Min 1
Bagi calon peserta ujian SMA, sebaiknya tidak lagi belajar pada hari Min 1. Hilangkan rasa cemas dan khawatir , dan pastikan bahwa Anda sudah mempelajari semua bahan yang berkenaan dengan standar kelulusan tahun 2009/2010. Kalau belum, hubungi guru mata pelajaran yang bersangkutan atau lihat di internet.
4. Tampillah dengan penuh keyakinan pada hari H
Sebelum berangkat (dari rumah ke tempat ujian), persiapkan segala sesuatu yang Anda perlukan, misalnya pinsil 2B untuk menghitami jawaban pada LJK (Lembar Jawaban Komputer) dan papan pengalasnya. Diiringi doa orang tua, berangkatlah dengan penuh keyakinan bahwa Anda bisa menjawab soal-soal ujian nasional dengan baik. Jangan bawa buku karena itu lah yang akan membuat Anda tidak tenang. Pastikan Anda tiba di tempat ujian lebih awal. Tenangkan pikiran, santai, yakin dan percaya pada kemampuan diri sendiri, sambil menunggu ujian di mulai.
5. Bacalah pertanyaan sebelum teks.
Berdasarkan hasil interviu dengan beberapa peserta Ujian Nasional tahun lalu di SMAN Negeri 1 Pangsid tempat kami bertugas sebagai Guru, pada umumnya mereka mengeluh karena teks (bahasa Idonesia dan bahasa Inggris) terlalu panjang, sehingga tidak cukup waktu untuk membacanya sebelum memulai menjawab pertanyaan. Dapat dibayangkan berapa lama waktu yang terbuang percuma bagi mereka yang membaca teks dahulu secara keseluruhan baru beralih kepada pertanyaan. Pada hal mungkin hanya satu atau dua kalimat (dari teks yang disediakan).Yang perlu dibaca untuk menjawab pertanyaan tertentu yang berkenaan dengan teks tersebut. Solusinya, baca dahulu pertanyaan, baru cari jawabannya di teks.
6. Cermati soal sebelum menentukan / mencari jawabannya
Tidak jarang terjadi peserta tes menjawab salah suatu soal bukan karena ia memang tidak tahu jawabannya, tetapi karena kurang cermat dalam memahami makna soal sebelum menentukan atau mencari jawabannya. Soal yang sering mengecoh peserta tes adalah yang memuat kata ‘kecuali’ atau ‘bukan’. Contoh: Kalimat –kalimat berikut ini adalah kalimat pasif, kecuali ... .
7. Bacalah teks dengan kecepatan yang berbeda.
Secara umum pertanyaan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yakni yang dapat dijawab dengan cepat dan yang memerlukan waktu lebih lama. Untuk teks yang berjudul ’Si jago merah melalap puluhan rumah di Karuwisi’, pertanyaan seperti (1) berapa rumah terbakar?; (2) siapa nama pemilik rumah yang terbakar? dapat dengan mudah dijawab dengan memindai teks untuk mencari nomor atau angka yang menjadi jawaban pertanyaan (1) dan kata yang dimulai dengan huruf besar yang menjadi jawaban pertanyaan (2). Lain halnya dengan pertanyaan seperti (3) mana pernyataan di bawah ini yang benar menurut teks?; dan (4) pernyataan-pernyataan di bawah ini benar menurut teks kecuali.... Untuk menjawab pertanyaan (3) dan (4) peserta ujian memerlukan waktu yang lebih lama karena setiap pernyataan harus dicek kebenarannya yang biasanya memerlukan keterampilan membaca teliti.
8. Kerjakan lebih dahulu soal yang dapat dijawab dengan membaca cepat
Karena bobot soal yang dapat dijawab dengan cepat sama dengan yang memerlukan waktu lebih lama, maka sebaiknya soal soal seperti nomor (1) dan (2) lebih dahulu dikerjakan, dan soal-soal seperti nomor (3) dan (4) dikerjakan kemudian.
9. Jangan terlalu lama mencari jawaban suatu soal
Secara rata-rata suatu soal dapat diselesaikan dalam satu menit. Kalau ada soal yang ternyata tidak dapat Anda pastikan jawabannya selama satu menit, anda boleh menebak, tetapi tandai nomor soal tersebut, dan tinjaulah kembali setelah menyelesaikan soal-soal lainnya.
10. Jangan panik
Ketika membaca teks, anda mungkin menemukan kata sulit/baru. Dalam keadaan seperti ini, jangan panik, anda tidak harus memahami arti kata tersebut secara pasti, kecuali ada pertanyaan yang khusus untuk itu. Dan jika diperhadapkan dengan situasi yang mengharuskan anda mengetahui makna suatu kat baru/sulit, gunakan strategi-strategi:
* Cari definisi – kata yang digunakan tidak umum, biasanya memberi definisi, menyatakannya dengan kata lain, atau memberi contoh penggunaannya. Ada beberapa kata yang dapat memberi sinyal makna antara lain, ’is’, ’refers to’, ’that is’, ’consists of’.
* Identifikasi jenis kata dan fungsinya – apakah kata sulit tersebut berfungsi sebagai kata benda, kata kerja, kata sifat, atau lainnya? Apakah ada tanda baca yang berfungsi sebagai penunjuk, misalnya koma atau titik dua.
* Cari kata-kata penghubung – biasanya sebelum atau sesudah kata sulit, ada kata penghubung yang dapat membantu meberi pengertian terhadap kata sulit.
· Anggap kata sulit sebagai simbol matematik ’x’ – telaah hubungan antara kata sulit ’x’ dengan kata-kata lain di sekelilingnya. Cara ini sering dipakai untuk menjawab pertanyaan yang memuat ’x’.
11. Jangan terpengaruh dengan ’kado’ atau SMS
Istilah ’kado’ kami maknai sebagai kiriman jawaban dari orang lain, baik dari peserta ujian di dalam ruangan sendiri maupun dari luar, sedangkan SMS adalah batuan tertulis melalui telepon genggam dari orang lain baik dari dalam maupun dari luar ruang ujian. Sebuah pengalaman pahit bagi seorang peserta ujian nasional di salah satu sekolah di Sidrap, yang mempercayai SMS dari luar yang menyebabkan peserta ujian tersebut tidak lulus, pada hal dia termasuk anak pintar, sementara teman-teman kelasnya yang selevel dengan dia lulus.
12. Pastikan Anda menjawab semua pertanyaan.
Satu atau dua menit terakhir, periksalah sekali lagi lembar jawaban Anda, untuk memastikan semua soal sudah terjawab. Jika ternyata ada soal yang belum terjawab karena memang betul-betul sulit, pilihlah option (pilihan jawaban yang tersedia) yang paling kurang frekuensinya Anda pilih sebagai jawaban pada soal-soal lainnya. Alasannya sederhana, biasanya penulis soal menyebar kunci jawaban secara merata untuk menghindarkan adanya peserta tes yang berspekulasi menjawab dan lulus. Misalnya, kunci jawaban Bahasa Inggris (100 soal pilihan ganda) tersebar seperti ini: A =53; B= 20; C=17; dan D=10, dan seorang peserta tes memilih A sebagai jawaban untuk semua soal, maka peserta tes tersebut lulus, kalau batas lulus adalah 5.50, pada hal dia tidak memiliki pengetahuan tentang mata pelajaran Bahasa Inggris.
13. Cocokkan nomor soal pada buku tes dengan nomor pada lembar jawaban
Jika misalnya menurut pengetahuan dan atau analisis Anda jawaban soal nomor 1 adalah A, pastikan bahwa pilihan jawaban yang Anda hitami pada lembar jawaban adalah juga A. Dapat dibayangkan betapa fatalnya kalau seorang peserta ujian mencermati soal nomor 10 ( yang kunci jawbannya B), tetapi menghitami pilihan jawaban nomor 11 pada lembar jawabannya (yang kunci jawabannya C) karena salah lihat.
Karena setiap orang memiliki gaya belajar pribadi, boleh jadi ada di antara kiat-kiat tersebut tidak cocok dengan Anda. Dalam hal seperti ini, sebaiknya Anda mengikuti gaya belajar Anda.
Semoga kiat-kiat yang dikemukakan di atas dapat memberi secuil manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan kita di waktu yang akan datang. Selamat mencoba.